PORTAL BERITA REDAKSIRIAU.CO

HOT TOPIC

Kapal Sembako Karam Dihantam Gelombang, Satu Orang Tewas Mengapung

Penulis :Ilham Aprianto Jumat,26 Februari 2016 | 02:17:52 WIB
Kapal Sembako Karam Dihantam Gelombang, Satu Orang Tewas Mengapung Ket Foto : Korban yang tewas pada kecelakaan kapal motor.
REDAKSIRIAU.CO, TEMBILAHAN - Akibat gelombang tinggi di perairan Tanjung Jungkir Sungai Guntung Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman, Inhil, Riau, satu unit Kapal Motor (KM) Kintan GT 3 dengan muatan 6 ton dan 2 orang penumpangnya tenggelam.

Diketahui Kapal Motor yang di Nahkodai MA dan seorang rekannya FI ini sedang melintasi perairan tanjung jungkir, dari tujuannya Pulau Batam bermaksud pulang menuju Sungai Guntung dengan membawa muatan berbagai bahan Sembako.

"Di perjalanan, mendapati keadaan air sungai yang tidak mendukung, kemudian, sekira pukul 08:00 WIB tepatnya Tiga jam sebelum kejadian, MA menelfon keluarganya, Dia mengatakan bahwa perjalanan mereka terganggu karena gelombang laut kuat dan mesin kapal tidak stabil," ujar Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono. Kamis (25/2/2016).

Setelah mendapatkan informasi tersebut, keluarga korban langsung turun ke laut menggunakan speedboat, namun tidak sampai ketujuan, yaitu ketika di perjalanan speedboat yang digunakan mengalami gangguan, sehingga mengharuskannya untuk pulang.

"Saat itu keluarga MA sempat panik. Namun kebetulan ada seorang dari keluarganya yaitu Syarin sedang melaut, emudian langsung menghubungi Syarin untuk pergi ke sekitaran perairan Tanjung Jungkir tersebut," sebutnya.

Sampainya di perairan Tanjung Jungkir Sungai Guntung (TKP) sekira pukul 11:00 WIB, Syarin menemukan kotak-kotak barang telah mengapung.

"Saksi Syarin langsung mendekat ke lokasi dan seketikapun melihat MA (korban, red) tengah melambaikan tangannya dengan kondisi mengapung dilaut, Ia langsung menuju dan menariknya keatas Kapal. Tidak lama kemudian Syarin melihat Korban FI (korban meninggal dunia, red) juga dalam keadaan mengapung," jelasnya.

Selanjutnya saksi bersama Polsek Kateman yang dibantu Unit Polair, TNI AL, Syahbandar dan Dishub Sungai Guntung membawa korban ke RSUD Raja Musa untuk dilakukan pemeriksaan langsung oleh dr Bayu.

"Hasil olah TKP dan pemeriksaan tim dokter RSUD Raja Musa menerangkan, 1 unit KM belum ditemukan (hanyut, red) kemudian korban FI yang meninggal dunia diakibatkan kehabisan nafas tenggelam, ditubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, dan korban MA yang selamat mengalami Shok ringan akibat gelombang laut, " tandasnya.

Akses Redaksiriau.Co Via Mobile m.redaksiriau.co

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

TULIS KOMENTAR

comments powered by Disqus
shadow
Copyright © 2014 RedaksiRiau.Co All right reserved
tembilahan