Desa di Rokan Hilir Warganya Anti-internet dan TV?

Ist

REDAKSIRIAU.CO, ROKAN HILIR - Warga di Desa atau Kepenghuluan Murni Makmur, Kecamatan Bagansinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, memilih untuk tidak menikmati teknologi, seperti televisi dan internet. Berdasarkan informasi yang diterima pada Senin (23/11/2015) siang, Kepenghuluan Murni Makmur yang adalah desa hasil dari pemekaran Kepenghuluan Bakti Makmur berlokasi jauh dari wilayah pusat pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir di Bagansiapiapi.

Rata-rata penduduk di wilayah ini berprofesi sebagai petani perkebunan sawit. Mereka hidup, bahkan dengan pola yang tertutup. Tidak banyak pendatang yang bisa mendeteksi secara pasti kegiatan mereka.

"Yang jelas mereka sangat tertutup dan cenderung hidup secara berkelompok. Mereka juga anti terhadap teknologi, seperti televisi dan internet," kata Dedi, warga di desa tersebut.

Sejumlah pihak berpandangan, aktivitas kelompok masyarakat di Desa Murni Makmur adalah bagian dari kegiatan yang mencurigakan.

Namun, pihak Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau belum dapat mendeteksi tuduhan itu untuk memastikannya.

Kepala Badan Kesbangpol Riau, Ardi Basuki, lewat sambungan telepon mengaku belum mengetahui adanya aktivitas masyarakat yang anti terhadap siaran televisi dan internet tersebut.

Namun yang jelas, kata Ardi, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi adanya kelompok Islam radikal, seperti gerakan ISIS.

Sebelumnya, kepolisian Singapura diberitakan telah mengamankan dua WNI asal Pekanbaru, Riau, yang diduga akan berangkat ke Suriah untuk bergabung bersama pasukan ISIS.

Dua WNI tersebut kemudian diserahkan kepada aparat Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Mereka dikirim lewat pesawat menuju Batam, dan kemudian diterbangkan lagi ke Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Kedua WNI warga Pekanbaru itu masing-masing adalah FR (31) dan RS (26). Keduanya kemudian dipulangkan karena dianggap masih bisa dibina.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar