Isi Surat Korban Gantung Diri Ini Bikin Tersentuh

Sepucuk surat yang ditulis Sholehan sebelum ia meninggal dunia.

REDAKSIRIAU.CO, INDRAGIRI HILIR – Pasca meninggalnya Sholehan yang cukup membuat heboh sejumlah warga di Dusun Leboy Desa Keritang Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau pada Rabu (10/1/2018) sekira pukul 12.10 WIB, warga juga dibuat sedih dengan isi surat yang diduga dibuat oleh almarhum sebelum ia meninggal dunia.

Surat yang ditemukan tepat disamping lokasi tempat ia mengakhiri hidupnya itu memang ditujukan kepada seluruh anggota keluarga terutama ayahnya.

Didalam goresan pada isi surat tersebut, Sholehan menuliskan permintaan maaf kepada seluruh anggota keluarga karena ia harus memilih jalan pintas tersebut karena putus asa akibat segala usaha yang ia jalani selama ini tidak kunjung membuahkan hasil.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang ditemukan tergantung di kamar mandi Mushola Al Hidayatullah,

Sosok pria yang sudah menjadi mayat itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang Muazin Musholah tersebut yang bernama Sugianto (56), sesosok mayat itu diketahui bernama Solehan yang baru berusia 18 tahun.

"Saat itu saksi  berniat hendak mengambil wudhu di kamar mandi Mushala, karena akan mengumandangkan Adzan, tanda masuknya waktu Shalat Zuhur," kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Lilik Surianto menjelaskan.

Lilik menambahkan, di TKP si Sugianto (saksi, red) mendapati kamar mandi dalam keadaan tertutup dan kemudian ia dorong untuk membuka. namun seketika sugianto terperangah karena dihadapannya terlihat pemandangan yang mengenaskan yaitu sesosok pria tampak tergantung pada seutas tali.

“Sugianto kemudian memberi tahu warga yang lain dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kemuning.” Terang Kapolsek

Mendapat laporan, Kapolsek beserta anggota dan Tim Medis dari Puskesmas Selensen, mendatangi TKP. Jasad lalu diturunkan dan dilakukan pemeriksaan medis. Dari pemeriksaan, terdapat tanda – tanda orang gantung diri seperti keluar sperma di kemaluan korban, sedangkan tanda – tanda kekerasan yang lain, tidak dijumpai.

Atas hasil tersebut, pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi pada jasad korban. Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga, untuk dikebumikan.

Mantan Kasat Sabhara Polresta Pekanbaru itu menambahkan bahwa ditemukan sepucuk surat yang berisi permintaan maaf korban kepada keluarganya.

“Saat ini kasus bunuh diri ini masih dalam proses penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kemuning.” Akhiri Kapolsek. (ezy)

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar