Kata Bupati Inhil Suksesnya Pembangunan Bangsa Dari Peran Krusial Keluarga

REDAKSIRIAU.CO, INDRAGIRI HILIR - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyebut, keluarga memiliki peran krusial dalam menyukseskan pembangunan bangsa. Pernyataan ini disampaikan Bupati Wardan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang jatuh pada 29 Juni 2017.

Menurut Bupati, keluarga memiliki korelasi positif terhadap kemajuan bangsa. Dari keluarga, langkah awal dilakukan untuk membangun karakter bangsa menuju kesuksesan pembangunan sebuah bangsa yang besar.

"Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak sejak dilahirkan. Dalam lingkungan ini, anak mempelajari dan diajari berbagai hal yang menjadi bekal bagi kehidupannya di masa yang akan datang," ujar Bupati memulai penjelasan panjang tentang pentingnya peranan sebuah keluarga dalam kehidupan, Minggu (2/7/2017) pagi.

Orang tua, terutama ibu, dikatakan Bupati, adalah tempat belajar pertama bagi anaknya. Oleh sebab itu, pola pengasuhan yang diberikan oleh orang tua akan menentukan karakter anak selanjutnya.

"Agar bisa membangun karakter bangsa melalui pembangunan keluarga, maka setiap keluarga selayaknya harus bisa menerapkan delapan fungsi keluarga," ungkap Bupati.

Delapan fungsi keluarga itu, lanjut Bupati Wardan, dapat dilakukan dalam bentuk pendidikan, pengasuhan, pembiasaan dan keteladanan. Delapan fungsi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Fungsi Agama.

Dalam keluarga, seorang anak mengenal agama untuk pertama kalinya. Ada sekitar 12 nilai dasar sebagai pondasi beragama bagi setiap anak diantaranya iman, takwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesalehan, ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santun, sabar dan ikhlas serta kasih sayang.

2. Fungsi Sosial Budaya.

Penanaman nilai luhur budaya dilakukan pertama kalinya melalui keluarga. Nilai luhur itu sudah menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara seperti toleransi dan saling menghargai, gotong royong, sopan santun, kebersamaan dan kerukunan, kepedulian dan cinta tanah air atau nasionalisme.

3. Fungsi Cinta Kasih.

Komponen utama dalam membentuk karakter seorang anak adalah kasih sayang. Setiap orang tua berkewajiban memberikan kasih sayang pada semua anak-anaknya. Sikap cinta dan kasih harus ditanamkan oleh para orang tua kepada anak-anak mereka.

4. Fungsi Perlindungan.

Keluarga harus bisa menjadi tempat yang aman atau tempat berlindung bagi anak-anak. Lima nilai dasar seperti aman, pemaaf, tanggap, tabah, dan peduli harus benar-benar ditanamkan kepada anak-anak.

5. Fungsi Reproduksi.

Salah satu tujuan berkeluarga adalah melestarikan keturunan. Dalam menjalankan fungsi reproduksi keluarga berkewajiban menanamkan tiga nilai dasar, yaitu: tanggung jawab, sehat, dan teguh. Sehingga keluarga dapat menjalankan fungsi reproduksi dengan baik dan bertanggung jawab.

6. Fungsi sosialisasi pendidikan.

Dalam menerapkan fungsi ini, keluarga harus menanamkan beberapa nilai moral utama yaitu percaya diri, luwes, bangga, rajin, kreatif, tanggung jawab dan kerja sama.

7. Fungsi Ekonomi.

Keluarga harus dapat menjadi tempat membina dan menanamkan nilai-nilai keuangan agar terwujud keluarga yang sejahtera.

8. Fungsi Lingkungan.

Keluarga menjadi tempat yang tepat menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan agar nantinya menghasilkan pribadi yang bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Guna memperingati Hari Keluarga Nasional tahun 2017, Bupati Wardan memberikan beberapa kiat khusus bagi setiap keluarga di Kabupaten Inhil. Kiat-kiat tersebut antara lain ialah:

1. Berkumpul dengan Keluarga.

Upayakan bisa berkumpul bersama dengan keluarga. Sisihkan waktu dengan makan bersama, memasak bersama keluarga, agendakan berkumpul bersama minimal 20 menit sehari.

2. Interaksi dengan anggota keluarga.

Luangkan waktu untuk saling bicara dan berbgai pengalaman serta bercengkrama dengan semua anggota, jangan berinteraksi lewat media sosial. Komunikasi secara langsung lebih berkualitas. Silaturahmi akan lebih meningkatkan hubungan antar keluarga satu sama lain.

3. Menjadikan keluarga berdaya.

Buatlah kegiatan yang bisa memanfaatkan potensi masing-masing anggota keluarga. Sehingga bisa menjadikan anggota keluarga menjadi pribadi mandiri, bisa mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan hidup.

Sebagaimana diketahui, peringatan Harganas Tahun 2017 diadakan di Provinsi Lampung, tepat pada tanggal 29 Juni dengan mengangkat tema 'Dengan Harganas Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan'. Dalam sejarahnya, Hari Keluarga Nasional pertama kali dicetuskan pada tahun 1993 juga di Provinsi Lampung. Dan, pada tahun 2017 ini, Hari Keluarga Nasional kembali diperingati di Provinsi Lampung.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI no 39 Tahun 2014 tentang HARGANAS, 29 Juni bukanlah hari libur nasional meski diperingati setiap tahun sebagai Hari Keluarga Nasional oleh BKKBN bersama sejumlah Kementerian terkait dengan melibatkan mitra kerja seperti Tim Penggerak PKK.

Bupati Wardan mengharapkan, Harganas dapat menjadi sebuah momentum untuk meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

"Melalui penanaman nilai-nilai kehidupan berbangsa bagi anggota keluarga sejak dini, akan menjadikan keluarga sebagai wahana yang tangguh bagi terwujudnya keluarga yang berkualitas," pungkasnya.

Disamping itu, Bupati Wardan juga berharap, Harganas tahun 2017 mampu menjadi wahana menyukseskan program Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla, khususnya butir 5 membangun manusia berkualitas. (ADV)

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar