Siaga Darurat Kabut Asap Diperpanjang, Ini Puncaknya

Ilustrasi/Int
REDAKSIRIAU.CO, PEKANBARU - Status Siaga Darurat Karhutla di Riau diperpanjang. Kebijakan ini mengingat kondisi cuaca di Riau akan masuk musim panas pada Mei, puncaknya bulan September dan berakhir pada November 2017 nanti. Penetapan perpanjangan status itu setelah dilaksanakannya Rakor pencegahan dan penanganan Karhutla, yang berlangsung di ruang rapat lantai III Kantor Gubernur Riau, pada Kamis (27/04/2017).

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, perlu ada kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan ini. Seluruh masyarakat di Riau tidak ingin terjadi peristiwa selama 18 tahun Riau dengan kabut asap.

"Semua elemen merindukan situasi seperti ini. Saya minta dukungan kepada kita semua. Apakah pada tahun mendatang kita masih punya komitmen untuk melakukan kegiatan pencegahan Karhutla," katanya.

Pemprov Riau menyatakan Siaga Darurat Karhutla yang sebelumnya sudah ditetapkan pada tanggal 23 Januari hingga 27 April, diperpanjang sejak 1 Mei sampai 30 November 2017 nanti. Sebelumnya, Badan Meteoroligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi pada bulan Mei Riau masuk musim panas.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG, Slamet Riyadi mengatakan prediksi pada bulan April ada penghangat suhu di pasifik timur yang memicu pada elnono. Ini kasus yang cukup unik dan perlu mendapat perhatian khusus.

"Semua memprediksi indikasi elnino sudah mulai muncul pada bulan Mei-Juni. Indeknya meningkat pada periode Juni, Juli dan Agustus," katanya.

Dia menjelaskan, peluang kejadian elnino 59% pada Mei dan meningkat 60% lebih pada Juli Agustus. Berdasarkan monitoring hari tanpa hujan pada bulan April masih terpantau normal hingga saat ini.

Namun diperkirakan hingga habis bulan ini, kata Slamet, intensitas curah hujan masih cukup tinggi. Kisaran 200 sampai 400 milimeter. Indek kekeringan April ini masih basah namun untuk di wilayah pesisir Riau sudah mulai mengering.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar